Bagaimana Upah $5 Henry Ford Mengubah Perekonomian

7

Henry Ford bukan hanya seorang industrialis. Dia adalah seorang mekanik yang memutuskan untuk membuat mobil. Lahir di Wayne County, Michigan, pada tahun 1863, ia mulai magang sebagai masinis pada usia lima belas tahun. Pada usia dua puluhan, dia menjadi kepala insinyur di Perusahaan Edison di Detroit. Dia membangun mobil eksperimental pertamanya pada tahun 1896.

Permintaan mobil tumbuh pesat. Ford melihat peluang. Dia membentuk Ford Motor Company pada tahun 1903 dengan mitranya. Lalu muncullah Model T pada tahun 1908. Sederhana saja. Itu murah. Orang-orang berbondong-bondong membelinya.

Permintaannya begitu besar sehingga Ford harus mengubah cara pembuatan mobilnya. Dia memperkenalkan jalur perakitan bergerak pertama pada tahun 1913. Produksi massal bukanlah ide baru. Tapi membuatnya berfungsi untuk mesin yang rumit adalah hal yang sulit.

Ford membayar pekerjanya dengan baik. Jauh lebih baik daripada upah rata-rata pada saat itu. Dia yakin pekerja bergaji tinggi mampu membeli mobilnya. Ide ini membantu menciptakan kelas menengah. Tapi dia membenci serikat pekerja. Dia melawan mereka dengan keras.

Ford juga memiliki sisi gelap. Dia menentang keterlibatan AS dalam Perang Dunia I. Pada tahun 1918, dia membeli sebuah surat kabar. Dia menggunakannya untuk menyebarkan kebohongan anti-Semit. Warisan ini sering kali diabaikan dalam diskusi tentang kejeniusan bisnisnya.

Dia meninggal di Dearborn pada tahun 1947. Namun pengaruhnya tetap ada. Ford Foundation, yang didirikan pada tahun 1936, kini menjadi yayasan filantropi swasta terkaya di dunia.

Model T dan Inovasi Jalur Perakitan

Model T mengubah segalanya. Itu dirancang untuk daya tahan. Ford menghilangkan fitur-fitur yang tidak perlu. Dia fokus pada fungsionalitas. Hal ini membuatnya terjangkau bagi rata-rata orang Amerika.

Sebelum jalur perakitan, pembuatan mobil membutuhkan waktu lebih dari 12 jam. Jalur perakitan Ford yang bergerak memangkas waktu tersebut menjadi hanya 90 menit. Efisiensi ini menurunkan biaya. Hal ini memungkinkan Ford untuk menurunkan harga sekaligus meningkatkan keuntungan.

Perusahaan lain mencoba meniru metode ini. Namun integrasi vertikal Ford memberinya keunggulan. Dia mengendalikan sebagian besar rantai pasokan. Hal ini semakin mengurangi biaya.

Ford memperkenalkan Model A pada tahun 1928 untuk menggantikan Model T. Mesin V-8 menyusul pada tahun 1932. Pembaruan ini membuat Ford tetap kompetitif. Namun model bisnis intinya tetap sama.

Volume tinggi. Margin rendah. Efisiensi tinggi. Strategi ini berhasil sampai persaingan menyusul. Namun pada saat itu, Ford telah mengubah industri Amerika.

Praktik Ketenagakerjaan dan Filsafat Ekonomi

Kebijakan ketenagakerjaan Ford sangat radikal pada masanya. Dia menetapkan hari kerja delapan jam. Dia membayar pekerja lima dolar sehari. Ini dua kali lipat upah rata-rata.

Kenapa dia melakukan ini? Ford percaya bahwa pekerja harus bisa membeli produk yang mereka buat. Ide ini membantu memperluas pasar konsumen. Hal ini juga mengurangi omzet. Pekerja tinggal lebih lama. Produksi tetap stabil.

Namun, Ford anti serikat pekerja. Dia menolak perundingan bersama. Dia memandang serikat pekerja sebagai ancaman terhadap kendalinya. Sikap ini menimbulkan konflik. Hal ini juga membatasi hak pekerja untuk berorganisasi.

Ketegangan antara upah yang tinggi dan anti-serikat buruh menciptakan budaya kerja yang unik. Pekerja dibayar dengan baik tetapi dikontrol dengan ketat. Model ini mempengaruhi industri lain. Namun hal ini juga memicu gerakan buruh.

Pendekatan Ford menyoroti adanya trade-off. Dia meningkatkan standar hidup banyak orang. Namun dia menekannya