TikTok di Amerika Serikat sedang mengalami perubahan kepemilikan yang signifikan, namun apa dampaknya bagi rata-rata pengguna? ByteDance, perusahaan induk Tiongkok, telah setuju untuk memisahkan entitas TikTok yang berbasis di AS di mana investor Amerika akan memegang 80% saham, sementara ByteDance hanya memiliki kurang dari 20%. Langkah ini berasal dari undang-undang federal AS yang bertujuan untuk mengatasi masalah keamanan terkait hubungan aplikasi tersebut dengan Tiongkok.
Akankah Aplikasi Berubah?
Untuk saat ini, jawabannya mungkin tidak. Pengguna TikTok di AS tidak perlu mengunduh versi aplikasi baru. Platform yang ada akan tetap berfungsi sebagaimana adanya, setidaknya pada awalnya. Namun, di balik layar, perubahan penting sedang terjadi. Algoritme yang mendukung aliran konten TikTok yang tiada habisnya akan dilisensikan dari ByteDance dan diadaptasi menggunakan data pengguna Amerika.
Meskipun fungsi inti tidak akan langsung berubah, para ahli memperingatkan bahwa perubahan kecil pada algoritme dapat mengubah pengalaman pengguna. Kelley Cotter, seorang profesor di Penn State, mencatat bahwa “perubahan kecil setidaknya dapat mengubah kualitas pengalaman.”
Moderasi Konten dan Kontrol di Masa Depan
Pergeseran utama adalah moderasi konten. Entitas TikTok baru yang berbasis di AS akan memiliki otoritas penuh atas video apa saja yang diperbolehkan. Saat ini, TikTok melarang ujaran kebencian, pelecehan, dan misinformasi. Namun, hal ini bisa saja berubah.
Contoh X milik Elon Musk (sebelumnya Twitter) menunjukkan bagaimana pembatasan konten yang longgar dapat mengubah lingkungan platform secara signifikan. Beberapa pakar, seperti Anupam Chander dari Universitas Georgetown, memperingatkan bahwa kepemilikan baru di AS juga dapat menimbulkan pengaruh yang lebih langsung terhadap konten, yang berpotensi mencakup penyebaran informasi yang salah.
“Dengan mengalihkan kepemilikan platform pidato ini ke perusahaan-perusahaan Amerika yang mungkin memiliki hubungan dekat dengan presiden yang menjabat, hal ini memberikan lebih banyak ruang teoretis, yang berpotensi, untuk menyebarkan informasi yang salah.”
Mengapa Ini Penting
Kekhawatiran mendasar yang mendorong peralihan kepemilikan ini adalah ketakutan bahwa Beijing dapat memanfaatkan TikTok untuk mengawasi orang Amerika atau menyebarkan propaganda. Namun, para kritikus berpendapat bahwa mengubah kepemilikan tidak menjamin keamanan atau transparansi yang lebih baik; itu hanya mentransfer pengaruh potensial dari satu entitas ke entitas lainnya.
Restrukturisasi TikTok di AS menyoroti meningkatnya persinggungan antara media sosial, keamanan nasional, dan kontrol politik. Pengguna harus menyadari bahwa meskipun aplikasinya tetap sama untuk saat ini, dinamika di balik layar berkembang pesat.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan privasi data, moderasi konten, dan potensi manipulasi politik di salah satu platform sosial terpopuler di dunia. Implikasi jangka panjangnya masih harus dilihat.






























