Pemadaman Robotaxi Baidu Menjebak Penumpang di Tiongkok

20

Pada hari Selasa, penumpang di kota Wuhan di Tiongkok tengah mengalami kerusakan parah pada robotaksis Apollo Go milik Baidu, menyebabkan beberapa penumpang terdampar di jalan raya selama lebih dari satu jam. Insiden tersebut, yang melibatkan banyak kendaraan yang terhenti di tengah lalu lintas – seringkali di jalur cepat – memicu keluhan yang signifikan di media sosial Tiongkok.

Seorang mahasiswa, yang diidentifikasi hanya sebagai He, melaporkan terjebak dalam robotaxi yang tidak berfungsi bersama dua temannya selama 90 menit. Kendaraan berhenti beroperasi berulang kali sebelum parkir di persimpangan. Meskipun ada jaminan dari layanan pelanggan Baidu bahwa bantuan akan tiba “dalam lima menit”, tidak ada bantuan yang terwujud. Setelah satu jam menunggu, para penumpang keluar dari kendaraan secara mandiri dan mendapati pintu tidak terkunci.

Penumpang lain melaporkan kesulitan serupa dalam menghubungi layanan dukungan, karena fitur SOS dalam aplikasi tidak berfungsi. Seorang pengguna menggambarkan dirinya terpaksa membuka pintu secara manual ketika lalu lintas terhenti di belakang robotaxi yang tidak dapat bergerak. Baidu tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Polisi setempat mengonfirmasi kemungkinan adanya “kerusakan sistem” sebagai penyebabnya, namun menyatakan bahwa insiden tersebut masih dalam penyelidikan. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, rekaman kamera dasbor menunjukkan setidaknya 16 kendaraan Apollo Go diparkir di jalan raya dalam rentang waktu 90 menit, dan pengemudi nyaris menghindari tabrakan. Seorang pengemudi dilaporkan menabrak robotaxi yang tidak berfungsi saat mencoba menghindarinya, yang mengakibatkan kerusakan kendaraan yang signifikan.

Insiden ini menyoroti risiko ketergantungan pada sistem otonom dan menimbulkan pertanyaan tentang keandalan armada robotaxi Baidu. Sifat pemadaman listrik yang meluas menunjukkan adanya masalah teknis yang lebih luas dibandingkan insiden yang terisolasi. Sampai akar permasalahannya diatasi, penumpang mungkin ragu untuk mempercayai kendaraan ini, sehingga berpotensi menghambat perluasan layanan robotaxi.