Siemens Energy memberikan komitmen sebesar $1 miliar untuk memperluas jejak manufakturnya di Amerika Serikat, dan sangat bergantung pada pertumbuhan berkelanjutan dalam permintaan listrik yang didorong oleh ledakan kecerdasan buatan (AI). Raksasa industri Jerman pada hari Selasa mengumumkan bahwa investasinya akan fokus pada peningkatan produksi peralatan listrik penting, termasuk trafo, switchgear, dan turbin.
Lonjakan Listrik Berbasis AI
Langkah ini mencerminkan tren yang lebih luas: meningkatnya kebutuhan energi dalam pengembangan AI. Model AI memerlukan daya komputasi yang sangat besar, sehingga menghasilkan konsumsi listrik yang jauh lebih tinggi. CEO Siemens Energy Christian Bruch menyatakan dengan singkat, “Kebutuhan listrik akan selalu ada,” menggarisbawahi keyakinan perusahaan terhadap permintaan jangka panjang. Perluasan ini akan mendukung pengembang utilitas dan pusat data saat mereka berlomba untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat ini.
Detail Perluasan dan Penciptaan Lapangan Kerja
Investasi senilai $1 miliar akan didistribusikan ke berbagai negara bagian, termasuk Florida, North Carolina, dan Mississippi. Meskipun sejumlah pendanaan akan memodernisasi fasilitas yang ada, pabrik baru di Mississippi akan didedikasikan untuk pembuatan switchgear listrik, yang penting untuk mengelola distribusi listrik. Perluasan ini diproyeksikan akan menciptakan sekitar 1.500 lapangan kerja di AS.
Tekanan Rantai Pasokan dan Keuntungan Pasar
Lonjakan belanja infrastruktur terkait AI telah membebani rantai pasokan peralatan listrik, yang menyebabkan kenaikan harga dan perpanjangan waktu tunggu untuk komponen-komponen utama. Siemens Energy telah memanfaatkan permintaan ini, dengan sahamnya meningkat lebih dari 160% pada tahun lalu – bahkan mengungguli beberapa perusahaan yang terlibat langsung di pasar chip AI, seperti Nvidia.
Mengapa Ini Penting
Investasi ini menyoroti aspek penting namun sering diabaikan dalam revolusi AI: kebutuhan energi yang tidak pernah terpuaskan. Perluasan infrastruktur ketenagalistrikan tidak lagi hanya sekedar memenuhi kebutuhan dasar; ini tentang mengakomodasi pertumbuhan eksponensial beban kerja berbasis AI. Tanpa investasi yang memadai dalam produksi dan distribusi listrik, kelanjutan ekspansi AI akan terhambat.
Langkah Siemens Energy ini memberikan sinyal yang jelas bahwa sektor energi sedang memposisikan dirinya untuk masa depan di mana AI tidak hanya menjadi kekuatan teknologi, namun juga merupakan pendorong utama permintaan listrik.
