Meta Menghadapi Persidangan Atas Keselamatan Anak: Sebuah Kasus Penting Terkuak

17

Meta saat ini diadili di New Mexico, menghadapi tuduhan bahwa platformnya – Facebook dan Instagram – gagal melindungi anak di bawah umur dari eksploitasi seksual. Negara bagian berpendapat bahwa pilihan desain dan algoritme Meta menciptakan kondisi berbahaya bagi pengguna muda, dan melanggar Undang-Undang Praktik Tidak Adil di New Mexico. Uji coba ini menandai pertama kalinya sebuah negara bagian membawa Meta ke pengadilan atas klaim spesifik ini, sehingga berpotensi menjadi preseden untuk pertarungan hukum di masa depan.

Taruhannya: Kecanduan, Eksploitasi, dan Preseden Hukum

Kasus di New Mexico ini terungkap bersamaan dengan persidangan penting lainnya di California, yang menyelidiki sifat adiktif dari media sosial. Kedua uji coba tersebut menyoroti meningkatnya pengawasan hukum terhadap raksasa teknologi dan dampaknya terhadap pengguna yang rentan. Penggugat dalam kasus California – termasuk Snap, TikTok, dan Google serta Meta – dituduh lalai merancang platform yang merugikan anak di bawah umur. Snap dan TikTok telah menyelesaikan masalah ini, meninggalkan Meta sebagai terdakwa utama yang menghadapi kemungkinan kesaksian eksekutif.

Tekanan hukum ini sangat signifikan. Jika berhasil, kasus di New Mexico dapat memaksa Meta untuk mengubah pendekatannya terhadap keselamatan anak secara mendasar, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian jutaan dolar bagi perusahaan dan mengubah kebijakan moderasi kontennya. Uji coba ini bukan hanya tentang dampak finansial; ini tentang akuntabilitas platform yang telah lama dikritik karena memungkinkan eksploitasi.

Pertahanan Meta dan Perisai Bagian 230

Meta membantah tuduhan tersebut dan menegaskan pihaknya berkomitmen untuk melindungi generasi muda. Perusahaan telah mengajukan banyak mosi untuk membatasi bukti yang berpotensi merugikan, termasuk referensi ke masa lalu Mark Zuckerberg, rincian keuangan, dan bahkan diskusi tentang bahaya media sosial bagi kesehatan mental. Meta juga diperkirakan akan sangat bergantung pada Pasal 230 Undang-Undang Kepatutan Komunikasi, yang melindungi platform dari tanggung jawab atas konten pihak ketiga.

Pakar hukum mencatat bahwa Pasal 230 adalah strategi pertahanan utama bagi perusahaan teknologi: jika berhasil, hal ini dapat mengakibatkan pemecatan sebelum penemuan mendalam. Namun, uji coba di New Mexico mungkin mendorong batasan ini lebih jauh, dengan memeriksa apakah amplifikasi algoritmik Meta dan pilihan desain secara aktif berkontribusi terhadap hasil yang merugikan.

Perebutan Transparansi dan Persepsi Publik

Jaksa Agung New Mexico menuduh Meta secara proaktif menyajikan konten eksplisit kepada pengguna di bawah umur, memungkinkan eksploitasi, dan mengizinkan akses mudah ke pornografi anak. Investigasi yang dilakukan negara bagian tersebut dilaporkan mengungkap kasus-kasus di mana penyelidik yang menyamar sebagai orang tua menawarkan anak-anak di bawah umur kepada pelaku perdagangan seks di platform tersebut. Meta membantah klaim ini, menuduh Jaksa Agung melakukan serangan bermotif politik dan pelanggaran etika dalam penyelidikan.

Pertarungan di ruang sidang lebih dari sekadar argumen hukum. Meta berupaya membatasi bukti-bukti yang disajikan, bahkan berupaya melarang kata “pelapor.” Hal ini menyarankan strategi untuk mengendalikan narasi dan meminimalkan paparan publik terhadap informasi yang berpotensi merusak. Namun, negara bagian mendorong transparansi penuh, dengan alasan bahwa Meta telah menyesatkan masyarakat tentang bahaya platform selama bertahun-tahun.

Apa Selanjutnya? Hukuman, Perubahan Kebijakan, dan Perhitungan yang Lebih Luas

Uji coba di New Mexico diperkirakan akan berlangsung selama tujuh minggu. Jika terbukti bertanggung jawab, Meta dapat menghadapi hukuman perdata sebesar jutaan atau bahkan ratusan juta dolar. Negara bagian ini juga menuntut perubahan platform yang signifikan, termasuk verifikasi usia yang lebih ketat, moderasi konten yang lebih baik, dan revisi algoritma yang mempromosikan konten berbahaya.

Kasus ini merupakan titik balik dalam perdebatan mengenai akuntabilitas teknologi. Seperti yang dikatakan oleh seorang pengamat, uji coba ini mungkin merupakan “biaya menjalankan bisnis” bagi Meta, namun juga menandakan perhitungan yang lebih luas bagi Big Tech. Hasilnya akan membentuk peraturan di masa depan dan berpotensi memaksa platform untuk memprioritaskan keselamatan pengguna dibandingkan keterlibatan dengan cara apa pun.