Banyak orang Amerika meningkatkan asupan protein karena manfaat kesehatannya yang telah terbukti, termasuk meningkatkan rasa kenyang, mengurangi nafsu makan, dan meningkatkan pemeliharaan otot. Namun, kenaikan harga daging mempersulit pemenuhan kebutuhan tersebut tanpa mengeluarkan biaya yang berlebihan. Bahkan saran baru-baru ini dari para pejabat untuk mempertimbangkan “hati” sebagai pilihan yang murah mungkin tidak menarik selera semua orang. Untungnya, beberapa sumber protein tetap lebih terjangkau dan lebih enak dibandingkan jeroan.
Meningkatnya Harga Protein Tradisional
Harga daging merah yang meningkat secara signifikan mendorong konsumen mencari alternatif lain. Hati saat ini berkisar antara $2,50 hingga $12,99 per pon, bergantung pada apakah ia diberi makan rumput. Meskipun ada beberapa pilihan, banyak pembeli menginginkan pilihan yang lebih menarik dan ramah anggaran.
Tiga Alternatif Ramah Dompet
Berikut tiga sumber protein yang mengalahkan hati dalam hal harga dan rasa:
- Tuna Kalengan: Penjual diskon seperti Lidl menjual potongan tuna ringan dalam air dengan harga di bawah $1 per kaleng. Satu porsi 5 ons menyediakan sekitar 35 gram protein hanya dengan 140 kalori. Hal ini menjadikan tuna kalengan sebagai pilihan yang sangat efisien dan ekonomis.
- Kaki dan Paha Ayam: Stik drum dan paha ayam seringkali memiliki harga yang sama dengan hati tetapi bisa lebih murah lagi saat penjualan. Walmart saat ini mencantumkan paket stik drum bernilai hanya dengan $1,04 per pon. Paha tanpa tulang dan tanpa kulit tersedia dengan harga $3,72 per pon.
- Telur: Meskipun terjadi fluktuasi harga akhir-akhir ini akibat inflasi dan flu burung, telur tetap menjadi salah satu sumber protein yang paling terjangkau. Pada Januari 2026, harga telur rata-rata $3,59 per lusin, setara dengan sekitar 30 sen per telur. Keserbagunaan dan rasanya menjadikannya makanan pokok bagi banyak orang.
Mengapa Pilihan Ini Penting
Meningkatnya harga daging memaksa konsumen untuk mempertimbangkan kembali sumber protein. Meskipun hati mungkin bisa menjadi pilihan, alternatif di atas menawarkan nilai yang lebih baik dan daya tarik yang lebih luas. Memilih tuna kalengan, paha ayam, atau telur memungkinkan individu mempertahankan pola makan tinggi protein tanpa mengorbankan rasa atau menghabiskan banyak uang.
Kesimpulannya, dengan belanja strategis dan kesadaran akan harga saat ini, mempertahankan pola makan kaya protein dapat tetap dapat dilakukan bahkan di tengah tekanan inflasi.






























