Hutang Rumah Tangga Amerika: Perincian Berdasarkan Tingkat Pendapatan

15
Hutang Rumah Tangga Amerika: Perincian Berdasarkan Tingkat Pendapatan

Total utang rumah tangga di Amerika Serikat telah mencapai rekor $18,59 triliun, menurut data terbaru dari Federal Reserve Bank of New York. Angka yang mengkhawatirkan ini tidak terdistribusi secara merata, dan beban utang sangat bervariasi antar tingkat pendapatan. Sekitar 77,4% keluarga di AS memiliki beberapa bentuk utang, dengan rata-rata $80.200 per rumah tangga.

Beban pada Rumah Tangga Berpenghasilan Rendah

Keluarga berpendapatan rendah umumnya memiliki jumlah utang absolut yang lebih kecil, terutama karena mereka memiliki akses terbatas terhadap pinjaman yang lebih besar seperti hipotek. Namun hal ini bukan merupakan tanda stabilitas keuangan. Rumah tangga ini sering menghadapi suku bunga tertinggi karena nilai kredit yang lebih buruk dan terbatasnya pilihan keuangan. Studi yang dilakukan oleh Bank Sentral St. Louis mengungkapkan bahwa kelompok berpendapatan terendah memiliki saldo kartu kredit yang setara dengan 85% pendapatan bulanan mereka – sebuah rasio berbahaya yang membuat mereka terjebak dalam siklus utang berbiaya tinggi.

Jebakan Utang Pendapatan Menengah

Rumah tangga berpendapatan menengah memimpin dalam penggunaan utang kartu kredit, dengan lebih dari 60% mempunyai saldo bergulir. Kelompok ini seringkali mengandalkan utang untuk mengelola arus kas di tengah meningkatnya biaya, termasuk hipotek, pembayaran kendaraan, dan biaya pengobatan. Inflasi memperburuk masalah ini, mendorong lebih banyak keluarga ke dalam utang hanya untuk menutupi biaya hidup yang penting.

Hutang Berpenghasilan Tinggi: Saldo Lebih Besar, Stres Lebih Sedikit

Yang mengejutkan, rumah tangga berpendapatan tinggi memiliki saldo utang terbesar secara keseluruhan. Namun, fleksibilitas keuangan mereka—didukung oleh modal yang besar—memungkinkan mereka mengelola utang dengan lebih efektif. Mereka mungkin mengambil pinjaman yang lebih besar, namun juga memiliki kemampuan untuk melunasinya atau melakukan pembiayaan kembali dengan tingkat bunga yang lebih baik, sehingga mengurangi tekanan secara keseluruhan.

Kesimpulannya: Meskipun masyarakat berpenghasilan tinggi memiliki lebih banyak utang secara absolut, rumah tangga berpendapatan rendah dan menengah adalah pihak yang paling menderita akibat terpuruknya utang akibat tingginya suku bunga dan ketergantungan pada kredit untuk kelangsungan hidup dasar. Rekor tingkat utang di seluruh Amerika menunjukkan bahwa banyak keluarga tidak dapat menjaga keuangan mereka, dan bahwa jaring pengaman keuangan menjadi semakin rapuh.